Bertahan hidup dengan satu ginjal adalah hal yang biasa. Namun bagaimana jika ginjal yang tingal satu tersebut tidak dapat berfungsi lagi dan tindakan cuci darah pun hampir-hampir tidak sanggup lagi untuk menolongnya? Inilah kisah yang dialami oleh Billy Yuriko. Sewaktu masih kecil, Billy sering mengalami mimisan dan demam. Suatu kali saat dibawa oleh orang tuanya ke dokter, ditemukan bahwa satu ginjal Billy sudah tidak berfungsi dan harus diangkat. Ini adalah satu-satunya kasus pengangkatan ginjal pada anak kecil di Indonesia. Menginjak dewasa, Billy bergaul dengan teman-temannya yang membawanya mengenal narkoba dan kehidupan malam. Pergi ke karaoke, memakai narkoba, ekstasi, free sex, dan semakin lama semakin parah. Sampai suatu ketika, Billy mengalami sakit pada ginjalnya. ![]() Juwarni (mama Billy): Tiap pagi saya baca renungan dan mendoakan dia, karena matanya sudah mulai kabur. Kita juga membawa Billy ke gereja supaya didoakan, pendetanya bilang, "Saya yakin Billy pasti sembuh dan Tuhan akan gantikan ginjal yang baru." Saya sempat mengakui semua dosa saya, dan setelah saya didoakan saya dibawa ke rumah sakit. Beberapa hari di rumah sakit saya masih belum bisa buang air kecil. Namun suatu malam saya mendengar suara orang membangunkan saya, saya pikir itu suara mama saya yang menyuruh saya untuk buang air kecil. Saya bangun dan ternyata saya bisa buang air kecil banyak sekali. Keesokan paginya sat saya bertanya pada mama, ternyata mama semalam tidak membangunkan saya, jadi saya pikir mungkin Tuhan Yesus yang membangunkan saya supaya saya bisa buang air kecil. Namun perjuangan Billy untuk sembuh tidak selesai sampai di situ. Dia tetap harus menerima kenyataan harus cuci darah seumur hidup. Karena itu satu-satunya cara ialah saya harus cuci darah seumur hidup. Paling sedikit seminggu 2 kali untuk mencegah racun makin menjalar. ![]() Dokter memvonis bahwa ginjal saya sudah tidak berfungsi lagi. Menurut dokter pemasangan selang ini hanya mengeluarkan cairan urin saja sedangkan ginjalnya sendiri sudah membengkak dan kulitnya sudah menipis jadi mustahil untuk saya bisa normal kembali. Akhirnya operasi pun dilakukan. Setelah selang dipasang ke ginjal, maka cairan pun keluar dan tertampung di kantong (kapasitas 2 liter). Hari itu juga saya diperbolehkan pulang ke rumah. Selama 2 hari cairan yang bercampur darah segar keluar dari badan saya sebanyak 18 liter dan berat badan saya turun hingga 12 kg. Saat Bily sedang menjalani proses cuci darah untuk yang kesekian kalinya, dia mengalami satu peristiwa yang mengubah hidupnya. Saya merasa benar-benar sesak, saya juga tidak bisa lagi mengontrol tangan saya yang gemetaran. Lidah juga tergigit dan tertarik-tarik terus, sampai saya hilang kesadaran. Saya seperti sedang berdiri di satu tempat yang terang sekali dan sepertinya tidak ada batas... Waktu itu perasaan saya menyesal dan takut, karena saya berpikir ini sudah akhir hidup saya. Tiba-tiba di depan saya seperti ada satu cahaya yang terang dan muncul satu perasaan bahwa itu Yesus. Saya langsung kejar Dia sekuat tenaga, sambil teriak "Yesus, Yesus!!" dengan sekuat-kuatnya, ternyata yang ada saya cuman berlari di tempat dan mulut saya cuma komat kamit dan tidak ada suara yang keluar. Saya menangis, saya bilang bahwa saya benar-benar menyesal, saya tidak pernah berbuat yang terbaik untukMu... Tiba-tiba waktu saya melihat ke bawah saya melihat saya sedang tidur di atas ranjang dan di sekeliling saya ada mama papa saya, mereka lagi menangis dan mendoakan saya, juga saudara-saudara saya berdoa dan menangis buat saya... Dan saya ikut menangis, saya bilang selama saya hidup saya tidak pernah beri yang terbaik buat mereka... Dr. Bernard S. Tjandra, Sp.BU: Setelah saya periksa lebih lanjut ternyata Billy menderita penyempitan saluran ginjal yang namanya ureter, yang disebabkan karena TBC. ![]() Keesokan harinya saya dibawa untuk bertemu dokter yang melakukan operasi dan menjalani pemeriksaan laboratorium. Setelah menanti seharian mujizat Tuhan terjadi lagi, ternyata hasil tes lab menunjukkan racun dalam darah saya berkurang secara drastis dan bentuk ginjal saya kembali dalam bentuk normal, tidak bengkak lagi dan lapisan kulit ginjalnya menebal kembali. Sungguh suatu hal yang di luar perhitungan medis. Saya ingat sekali satu kalimat yang diucapkan dokter, "Ini hadiah Natal dari Tuhan untuk Billy!" Saya ingat banget itulah malam Natal terbaik seumur hidup saya, hari Rabu, 24 Desember 2003. Sejak itu di badan saya tetap harus terpasang selang dengan kantong, yang ke mana-mana harus saya bawa. Kalau kantong sudah penuh maka saya tinggal membuka klep pada kantong tersebut sehingga cairan urin bisa keluar. Waktu itu dokter memvonis kalau saya harus tetap memakai selang dengan kantongnya seumur hidup. 3 bulan kemudian, tepatnya April 2004, saya pun kembali ke rumah sakit untuk pergantian selang. Karena waktu itu dibius setengah, jadi pada saat di kamar operasi saya setengah sadar walaupun tidak seluruhnya karena obat bius. Ternyata dokter yang menangani saya tidak langsung mengganti selangnya tapi menganalisa penyebab salah satu saluran yang menyempit. Dan saat sudah berjalan 4 jam operasinya, kesadaran saya mulai kembali, dan saya melihat tepat di atas kepala saya dimana saya berbaring ada 2 televisi. Di televisi itu terlihat jelas kalau salurannya tidak tertembus oleh selang mikro itu dan untuk yang kesekian kali dokter mencoba, detik itu juga dengan iman yang begitu kuat timbul di hati saya, saya bilang dengan sekuat tenaga, "Dalam Nama Yesus, aku perintahkan terbuka!" Detik saya selesai berkata itu juga dokter memasukkan selang mikro tersebut kembali dan mujizat Tuhan terjadi, saluran saya itu dapat tertembus dengan tiba-tiba. Semua mata yang berada di dalam ruangan operasi itu terkejut dan menghampiri televisi, melihat ternyata salurannya sudah tembus. Urin yang selama ini mengalir keluar melalui selang yang terpasang sudah mengalir normal. Dan selang yang terpasang itu pun akhirnya bisa dicabut. Selama 3 hari saya ngga diperbolehkan pulang oleh dokter karena hendak dianalisa. Akhirnya dokter tidak bisa memberikan analisa apa-apa atas mujizat yang terjadi, analisa terakhir sembuh total tanpa pengobatan karena sebelumnya tidak ditemukan jenis virusnya. Semua karena Tuhan Yesus sangat baik. Juwarni (mama Billy): Saya percaya Tuhan itu ada dan Tuhan itu baik sekali, sampai apa yang saya doakan itu dikabulkan. Sampai hari ini Tuhan baik sama saya dan keluarga saya. ![]() |
"Sembuhkanlah aku, ya TUHAN, maka aku akan sembuh; selamatkanlah aku, maka aku akan selamat, sebab Engkaulah kepujianku!"(Yer 17:14) |
Sumber : V081215155930
Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini : | |
Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin! | |
Saya sudah berdoa dan mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan komentar anda